Pengertian Penyakit Sifilis
Friday, September 30, 2016
Sifilis
atau biasa juga disebut dengan ‘Raja Singa’ ini merupakan salah satu dari
sekian banyak penyakit menular seksual (PMS) yang sangat mengerikan. Karena
jika penderita penyakit ini tak secepatnya melakukan pengobatan, maka akan
berdampak amat fatal. Penyakit ini disebabkan oleh serangan bakteri yang
bernama Treponema pallidum, dan
memiliki sifat yang kronis serta menahun. Sifilis jika tak langsung ditangani
dapat menimbulkan efek kerusakan sistem saraf tubuh, saraf otak, dan gagal
jantung. Penularan penyakit tersebut dapat melalui hubungan seksual ataupun
seks oral. Jika salah satu orang yang melakukan kegiatan seks menderita
sifilis, maka dapat tertular melalui selaput lendirnya, bisa itu vagina, mulut
ataupun kulitnya. Namun kebanyakan dari penderita penyakit sifilis adalah
laki-laki, walaupun demikian perempuan juga dapat terkena penyakit ini.
Penyebab timbulnya penyakit sifilis beragam mulai dari transfusi darah yang
telah terkontaminasi, berhubungan seksual tanpa mengunakan pengaman (kondom),
berhubungan seks dengan banyak pasangan, berhubungan seks dalam pengaruh obat
atau alkohol, Homoseksual, dan penularan dari sang ibu kepada bayinya saat
kehamilan.
Kita
perlu mengerti ciri dan gejala jika terindikasi penyakit
sifilis, karena pada awal penyakit ini hampir sama dengan penyakit pada
umumnya. Dalam kasus ini, gejala pada laki-laki mudah untuk dideteksi
dibandingkan perempuan. Inilah gejala
yang akan dirasakan oleh penderita dalam kurun 1-13 minggu setelah terinfeksi
bakteri Treponema pallidum :
● Tanda awal yang akan dirasakan oleh penderita
seperti tidak enak badan, demam, tidak memiliki nafsu makan, sakit kepala,
mudah lelah, mual, selalu berkeringat, dan menggigil kedinganan.
● Pada hari selanjutnya, penderita akan mengalami
anemia.
● Muncul ruam pada bagian tubuh, bisa dimana saja.
Terutama pada bagian organ vital, ruam tersebut menimbulkan rasa gatal yang
amat sangat.
● Rambut penderita akan mengalami kerontokan.
● Adanya luka terbuka seperti infeksi gigitan oleh
serangga.
Jika
tak segera dilakukan penanganan yang berlanjut, maka hal yang mengerikan akan
Anda rasakan. Berikut ini gejala yang dirasakan oleh laki-laki dan perempuan
jika penyakit sifilis tak segera dilakukan penanganan yang berarti.
Gejala pada laki-laki yang mengidap penyakit
sifilis terutama (homoseksual)
:
● Saat berhubungan seksual merasakan nyeri atau
pada saat buang air kecil yang diiringi dengan keluarnya kotoran atau cairan
dari penis. Kerongkongan terasa sakit atau terdapat luka akibat oral sex,
terutama bagi mereka yang homoseksual.
● Pada bagian anus akan terasa nyeri, akibat anal
seks.
● Terdapat luka memerah yang tak menimbulkan rasa
sakit yang berarti pada daerah kelamin, area anus, bagian kerongkongan, dan
juga lidah. Air kencing berwarna gelap sedangkan feses berwarna terang, mata
dan kulit memiliki warna kuning.
● Terdapat bintik merah pada kulit dan pada
telapak tangan dan kaki bersisik. Adanya gejala infeksi yang aneh, lelah yang
datang tiba-tiba, timbul keringat malam, berat badan menurun drastis.
● Pada daerah penis timbul luka seperti terbakar
yang kemudian berubah menjadi koreng, pembengkakan kelenjar limfa, demam
tinggi, dan seluruh tubuh terasa nyeri.
Berikut gejala pada perempuan yang sedang
mengidap sifilis :
● Keluarnya cairan yang tidak normal pada vagina,
wujudnya seperti keputihan yang banyak. Sifat cairan ini berbau sangat amis dan
memiliki warna putih kehijau-hijauan.
● Pada saat kencing dan berhubungan seksual terasa
nyeri, pada bagian dan daerah sekitar vagina terasa gatal. Timbul lecet atau
luka kecil yang kadang terasa sakit, namun ada juga yang tak terasa sakit serta
diiringi dengan proses pembengkakan kelenjar getah bening.
● Terjadi perubahan pada warna kulit dan mata,
namun pada kaum perempuan tidak menunjukkan gejala yang jelas. Bahkan pada
perempuan tidak mengalami keluahan yang berarti, sehingga mereka mudah menjadi
sumber inang penularan.
● Timbulnya komplikasi Bartolitis, yaitu terjadi
pembengkakan kelenjar Bartholin sehingga
penderita susah untuk berjalan karena nyeri yang amat sangat. Komplikasi ini
dapat juga berakhir dengan kemandulan, bisa juga menjadi awal dari penyakit
radang perut dan usus.
● Pada seorang ibu hamil yang mengidap penyakit
ini, jika tidak segera diobati maka mata sang jabang bayi saat lahir dapat
mengalami kebutaan.
Langkah
yang dapat dilakukan untuk mencegah penyakit sifilis :
● Gunakan kondom saat berhubungan seksual, namun
cara ini tak sepenuhnya mencegah risiko untuk terkena sifilis.
● Tanamkan prinsip dalam hubungan jangka panjang
dengan satu pasangan saja yang tidak terinfeksi.
● Hindari seluruh zat yang dapat membuat mabuk
seperti alkohol dan obat-obatan terlarang. Karena jika seseorang sudah
terjerumus hal tersebut maka akan lekat dengan seks bebas.
● Tidak melakukan seks bebas dengan bergonta-ganti
pasangan, cukup satu saja.
● Dalam suatu hubungan, bersifatlah terbuka akan
riwayat penyakit sifilis yang Anda derita. Agar dapat menemukan titik terang
dan tidak menyesal pada kemudian hari.
Perkuat iman dan selalu hidup sehat.
