Manfaat Selenium bagi Kesehatan
Saturday, September 17, 2016
Ada beragam
mineral di dunia dan salah satunya yang populer adalah selenium. Bahan kimia
organik ini banyak ditemukan di air, tanah, hingga tanaman. Kita manusia
mendapatkan asupan selenium utamanya dari tanaman. Penelitian mengenai senyawa
ini terbilang sudah cukup banyak dan mendapatkan hasil yang baik. Ada beragam
manfaat selenium bagi kesehatan yang bisa kita rasakan. Ingin tahu apa sajakah
itu? Berikut daftarnya untuk Anda.
1. Meningkatkan
sistem kekebalan tubuh
Penelitian
menunjukan bila konsumsi selenium penting dalam stimulasi antibodi. Ini
merupakan elemen sistem kekebalan tubuh yang berperan dalam menghancurkan
berbagai mikroorganisme jahat penyebab infeksi dan penyakit, seperti bakteri,
virus, jamur, dan protozoa. Selenium berperan dalam merangsang antibodi,
terutama ketika kita baru menerima vaksinasi dari suatu penyakit.
2. Mencegah
kanker
Selenium
dipercaya terkait dengan beberapa proses seluler dalam tubuh, termasuk
aktivitas kanker. Menurut penelitian, asupan selenium bisa menurunkan risiko
pembentukan sel kanker, terutama kanker kolorektal, prostat, dan paru-paru.
Selenium memainkan peran dalam berbagai reaksi enzimatik yang bisa menginduksi
apoptosis. Ini akan membantu mematikan sel secara otomatis, namun tentu sel-sel
jahat semisal sel kanker dan bukan sel sehat.
3. Mengatasi
peradangan
Selain
meningkatkan antibodi, manfaat selenium bagi kesehatan selanjutnya adalah
sebagai pelindung dari stres oksidatif yang sering terjadi pada sendi dan
tulang atau sederhananya dari peradangan. Sifat anti-inflamasi yang dihasilkan
dari selenium memainkan peran dalam kasus ini. Bahkan, konsumsi selenium
dikaitkan dengan masalah-masalah serius yang disebabkan oleh inflamasi, seperti
rheumatoid arthritis, sporiasis, eksim, lupus, dan lain sebagainya.
4. Menjaga
kesehatan tiroid
Penelitian
menunjukan bila selenium merupakan komponen penting dalam proses berfungsinya
kelenjar tiroid. Selenium membantu dalam mengatur jumlah hormon tiroid yang
diproduksi oleh tubuh. Misalnya saja hormon T3 yang diproduksi oleh kelenjar
tiroid yang fungsinya sangat penting, yaitu mengontrol tingkat metabolisme pada
seluruh tubuh. Asupan selenium yang kurang bisa menyebabkan hormon tersebut
tidak bisa diproduksi.
5. Melawan
radikal bebas
Radikal bebas
memiliki efek yang buruk bagi tubuh secara keseluruhan. Selain bisa
meningkatkan risiko munculnya kanker, radikal bebas juga dikaitkan dengan
rusaknya organ-organ tubuh, termasuk peningkatan proses penuaan. Di sini,
selenium menjadi antioksidan penting yag dapat melawan radikal bebas tersebut.
Bahkan, selenium
juga berperan dalam memproduksi lebih banyak antioksidan. Itu berarti, dengan
asupan yang cukup, selenium bisa mengurangi risiko berbagai macam masalah
kesehatan, seperti penyakit jantung, kerusakan pada ginjal, sindrom metabolis,
ketdakseimbangan hormon, dan lain sebagainya.
6. Menjaga
kesehatan Rambut
Meskipun
penelitian masih berlanjut, namun ada kemungkinan bahwa asupan
selenium yang baik bisa mengurangi risiko kerontokan rambut dan keringnya kulit
kepala yang menyebabkan ketombe.
7. Baik untuk
jantung
Manfaat selenium
bagi kesehatan selanjutnya berhubungan dengan jantung. Selenium bekerja dalam
proses pengenceran darah, sehingga bisa mengurangi risiko pembekuat darah. Hal
tersebut terbukti bisa mengurangi jumlah kolesterol jahat.
