Loading...

Manfaat Selenium bagi Kesehatan

Ada beragam mineral di dunia dan salah satunya yang populer adalah selenium. Bahan kimia organik ini banyak ditemukan di air, tanah, hingga tanaman. Kita manusia mendapatkan asupan selenium utamanya dari tanaman. Penelitian mengenai senyawa ini terbilang sudah cukup banyak dan mendapatkan hasil yang baik. Ada beragam manfaat selenium bagi kesehatan yang bisa kita rasakan. Ingin tahu apa sajakah itu? Berikut daftarnya untuk Anda.



1. Meningkatkan sistem kekebalan tubuh
Penelitian menunjukan bila konsumsi selenium penting dalam stimulasi antibodi. Ini merupakan elemen sistem kekebalan tubuh yang berperan dalam menghancurkan berbagai mikroorganisme jahat penyebab infeksi dan penyakit, seperti bakteri, virus, jamur, dan protozoa. Selenium berperan dalam merangsang antibodi, terutama ketika kita baru menerima vaksinasi dari suatu penyakit.

2. Mencegah kanker
Selenium dipercaya terkait dengan beberapa proses seluler dalam tubuh, termasuk aktivitas kanker. Menurut penelitian, asupan selenium bisa menurunkan risiko pembentukan sel kanker, terutama kanker kolorektal, prostat, dan paru-paru. Selenium memainkan peran dalam berbagai reaksi enzimatik yang bisa menginduksi apoptosis. Ini akan membantu mematikan sel secara otomatis, namun tentu sel-sel jahat semisal sel kanker dan bukan sel sehat.

3. Mengatasi peradangan
Selain meningkatkan antibodi, manfaat selenium bagi kesehatan selanjutnya adalah sebagai pelindung dari stres oksidatif yang sering terjadi pada sendi dan tulang atau sederhananya dari peradangan. Sifat anti-inflamasi yang dihasilkan dari selenium memainkan peran dalam kasus ini. Bahkan, konsumsi selenium dikaitkan dengan masalah-masalah serius yang disebabkan oleh inflamasi, seperti rheumatoid arthritis, sporiasis, eksim, lupus, dan lain sebagainya.

4. Menjaga kesehatan tiroid
Penelitian menunjukan bila selenium merupakan komponen penting dalam proses berfungsinya kelenjar tiroid. Selenium membantu dalam mengatur jumlah hormon tiroid yang diproduksi oleh tubuh. Misalnya saja hormon T3 yang diproduksi oleh kelenjar tiroid yang fungsinya sangat penting, yaitu mengontrol tingkat metabolisme pada seluruh tubuh. Asupan selenium yang kurang bisa menyebabkan hormon tersebut tidak bisa diproduksi.

5. Melawan radikal bebas
Radikal bebas memiliki efek yang buruk bagi tubuh secara keseluruhan. Selain bisa meningkatkan risiko munculnya kanker, radikal bebas juga dikaitkan dengan rusaknya organ-organ tubuh, termasuk peningkatan proses penuaan. Di sini, selenium menjadi antioksidan penting yag dapat melawan radikal bebas tersebut.

Bahkan, selenium juga berperan dalam memproduksi lebih banyak antioksidan. Itu berarti, dengan asupan yang cukup, selenium bisa mengurangi risiko berbagai macam masalah kesehatan, seperti penyakit jantung, kerusakan pada ginjal, sindrom metabolis, ketdakseimbangan hormon, dan lain sebagainya.

6. Menjaga kesehatan Rambut
Meskipun penelitian masih berlanjut, namun ada kemungkinan bahwa asupan selenium yang baik bisa mengurangi risiko kerontokan rambut dan keringnya kulit kepala yang menyebabkan ketombe.

7. Baik untuk jantung

Manfaat selenium bagi kesehatan selanjutnya berhubungan dengan jantung. Selenium bekerja dalam proses pengenceran darah, sehingga bisa mengurangi risiko pembekuat darah. Hal tersebut terbukti bisa mengurangi jumlah kolesterol jahat.

Berlangganan update artikel terbaru via email:

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel