3 Sumber Makanan Prebiotik Yang Ada di Sekitar Anda
Saturday, October 29, 2016
Anda pasti pernah mendengar tentang manfaat dari probiotik.
Lantas bagaimana dengan prebiotik? Makanan karbohidrat yang tidak bisa dicerna
akan dimakan oleh bakteri baik di dalam usus anda, dimana nantinya akan
membantu kesehatan pencernaan, meningkatnya kekebalan tubuh, dan masih banyak
lagi.
![]() |
| Sumber Makanan Prebiotik |
Karena pada dasarnya prebiotik membantu probiotik untuk
berkembang, mengkonsumsi makanan-makanan prebiotik menjadi sebuah keharusan
bagi anda yang tengah menerapkan pola hidup sehat. Bahkan, di tahun 2012
penelitian menemukan bahwa melakukan diet prebiotik dapat mengurangi resiko
berkembangnya kanker kolesterol. Penelitian lain juga telah menunjukkan bahwa
prebiotik dapat meningkatkan penyerapan kalsium dan meningkatkan kepadatan
tulang.
Makanan prebiotik bisa anda temukan di sekitar anda, dan
mungkin saja anda sudah mengkonsumsinya tanpa anda sadari. Tapi alangkah
baiknya jika memulai membiasakan diri untuk mengkonsumsi makanan-makanan prebiotik secara lebih rutin
dan teratur, untuk memberikan hasil yang maksimal terhadap pola hidup sehat
anda. Dan berikut adalah 3 sumber makanan prebiotik yang mudah untuk didapatkan
dan lezat untuk dikonsumsi.
Pisang
Untuk mendapatkan dorongan ekstra prebiotik, anda bisa
memilih pisang yang tidak terlalu matang. Anda bisa mengkonsumsi pisang dengan
mentega almond, atau anda bisa memotong-motong buah tersebut dan tambahkan ke
dalam Yogurt Yunani, bersama dengan jahe parut segar dan taburan bubuk kayu
manis. Jika anda lebih senang meminum jus, anda bisa campurkan pisang dengan
buah lainnya seperti mangga untuk memberikan cita rasa yang lebih unik.
Bawang Putih
Hasil terbaik prebiotik dalam bawang putih adalah anda bisa
mengkonsumsinya mentah-mentah. Anda cukup mencincangnya saja dan campurkan
dengan salad yang biasa anda konsumsi. Bawang putih mentah juga mendandung
banyak nutrisi, termasuk mangan, vitamin B6, Vitamin C dan selenium.
Barang Merah
Bawang merah – baik yang mentah maupun dimasak, keduanya
kaya akan sumber prebiotik. Tentu saja, anda bisa menikmatinya dengan berbagai
macam cara. Anda bisa mencampurkannya ke dalam dadar telur saat sarapan,
memasukkannya ke dalam salad saat makan siang, atau mentumisnya untuk hidangan
makan malam.
Jika memilih antara mentah dan dimasak, tentu saja bawang
merah mentah lebih banyak manfaatnya. Mengkonsumsi bawang merah secara mentah
menawarkan anda senyawa sulfur organik, yang dimana unsur tersebut merupakan
mineral penting untuk tubuh anda. Namun sayangnya, unsur senyawa tersebut akan
menghilang ketika anda memasaknya.
Bawang merah mentah mengandung kronium yang berguna untuk
meningkatkan produksi insulin, Vitamin C dan kuersetin yang mampu melawan
radikal bebas. Selain itu, sebagian besar senyawa flavonoid terkandung dalam
lapisan terluar dari bawang, jadi pastikan anda tidak terlalu banyak melepas
cangkangnya.
Anda cukup mencincangnya saja bersamaan dengan lapisan terluarnya
untuk memberikan hasil yang terbaik.
Namun terkadang memakan bawang merah mentah bisa memberikan
efek samping seperti gangguan pencernaan. Jika perut anda sensitif terhadap bawang
merah mentah, anda bisa memasaknya dan dikonsumsi dengan makanan prebiotik
lainnya.
